Perilaku seksual yang menyimpang : Transvestism dan Homoseksualitas
Dibeberapa tempat tertentu acapkali terlihat seseorang yang tidak memperlihatkan peranan atau sifatnya sesuai dengan jenis kelaminnya. Kadang-kadang ada seorang pria berpakaian seperti wanita, memakai kain kebaya, atau rok mini atau berpakaian ketat, berjalan mondar-mandir di daerah yang ramai. Adapula yang berpakaian dan bersolek seperti akan pergi kepesta dan berjalan ditempat yang sepi dengan penerangan yang remang-remang. Bila mereka didekati, ternyata suara mereka tidak selembut suara wanita, demikian pula keadaaan fisiknya lebih kelaki-lakian dengan dada yang bidang dan otot-otot yang besar.
Lebih-lebih ditempat-tempat terpencil sering akan ditemui individu-individu yang berjenis kelamin laki-laki dan melacurkan diri pada kaum laki-laki. Mengapa kelainan ini dapat terjadi ? Mungkinkan seorang laki-laki akan mengalami kekaburan dalam pengenalan dan penilaian akan diri mereka sendiri, sehingga gambaran idealnya keliru dan ia merasakan diri lebih memiliki sifat-sifat kewanitaan ? Apakah ia memiliki dua jenis alat kelamin, sehingga pada saat-saat tertentu ia berperilaku pria dan pada saat lain ia berperilaku wanita dengan peranan jenis yang berubah-ubah ?
Untuk memahami perilaku seksual yang menyimpang, perlu dibedakan antara mereka yang senang memakai pakaian lawan jenisnya sendiri. Ada 2 hal yang berkaitan dengan pokok diatas.
Transvestism
Transvestism, gejala dimana orang senang memakai pakaian lawan jenisnya. Gejala penyimpangan ini sendiri terjadi sebagian besar akibat pengaruh lingkungan sekitarnya baik dari lingkungan keluarga maupun diluar keluarga. Seorang anak laki-laki keenam dari enam bersaudara, yang mana seluruh saudaranya adalah semua laki-laki, maka orang tua dari anak-anak tersebut menginginkan sekali bahwa yang terakhir lahir adalah perempuan. Sehingga semua perlengkapan yang ia telah siapkan untuk si anak perempuannya tetap ia kenakan pada sianak laki-laki terakhirnya. Dan ia dibesarkan dengan harapan orang tuanya pada anak perempuan. Sehingga pada saat ia masuk sekolah maka si anak tersebut akan merasa terpaksa mengenakan pakaian laki-laki yang seharusnya hingga ia dewasa.
Homoseksualitas
Homoseksualitas , perilaku menyimpang yang menyukai sesama jenisnya sendiri. Pada masa remaja, perkembangan kebutuhan seks dan pembentukan peranan jenis, berjalan sejajar dan menentukan akan menjadi wanita atau pria bagaimana kelak. Pada suatu waktu tertentu terlihat bahwa para remaja mengalami keraguan tentang peranan jenisnya masing-masing. Sering timbul keraguan mengenai bakat kelaki-lakian atau kewanitaan. Apakah mereka tertarik pada jenis laki-laki atau wanita. Tambahan pula pengaguman terhadap seorang yang sama jenisnya, akhirnya mungkin menyebabkan timbulnya ikatan dan terbentuknya pola tingkah laku yang terwujud dalam perilaku seksual yang menyimpang : Homoseksualitas.